H
APAKAH HIPERTENSI ITU?
ipertensi atau darah tinggi sebetulnya bukanlah suatu penyakit, tetapi suatu gejala dari penyakit tertentu yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dalam jangka panjang yang dapat mengganggu sampai merusak fungsi organ-organ target tertentu seperti otak, ginjal, hati, jantung dan mata.
APA PENYEBAB HIPERTENSI?
Penyebab darah tinggi dibedakan menjadi 2, yaitu:
v Primer, ini apabila hipertensi tersebut tidak diketahui penyebabnya.
v Sekunder, apabila penyebabnya diketahui misalnya penyakit ginjal kronis, kontrasepsi oral atau yang lainnya.
MENGAPA TERJADI HIPERTENSI?
Darah tinggi terjadi karena 2 faktor utama, yaitu jantung dan pembuluh darah. Terjadinya hipertensi disebabkan hal-hal sebagai berikut:
1. Tekanan Jantung meningkat. Ini biasanya terjadi karena pengaruh hormonal seperti pemakaian kontrasepsi yang mengandung hormon (KB suntik, pil dan susuk), factor psikis (kejiwaan) dan juga obat-obat tertentu yang memacu jantung.
2. Pembuluh darah mengalami penyempitan. Hal ini terjadi karena memang otot-otot pembuluh darah kontraksi sehingga menyempit atau terjadi penimbunan zat tertentu di dinding pembuluh darah. Penyempitan bisa terjadi karena factor psikis, meningkatnya hormon adrenalin, minum kopi dan juga dapat terjadi karena terjepitnya pembuluh darah oleh otot-otot tubuh atau lemak akibat kegemukan. Adapun penimbunan dapat berupa pengkapuran, perlemakan dan lain sebagainya.
3. Kekakuan pembuluh darah. Ini sering terjadi karena factor usia.
4. kepekatan (kekentalan) darah yang tinggi. Ini disebabkan karena lemak yang banyak atau juga pengkapuran dan lain sebagainya. Ibarat selokan banyak pasirnya, sehingga untuk mengalirkan perlu tekanan air yang tinggi.
5. Volume darah yang meningkat. Ini karena banyaknya cairan yang masuk ke dalam pembuluh darah. Hal ini disebabkan osmolaritas pembuluh darah yang tinggi, misalnya dengan banyak mengkonsumsi garam.
Darah tinggi biasanya terjadi bukan hanya salah satu sebab diatas, tetapi merupakan kombinasi dari beberapa sebab diatas. Atau satu sebab dapat menyebabkan sebab yang lain.
SIAPA YANG BERESIKO TERKENA HIPERTENSI?
Beberapa factor resiko terkena hipertentensi adalah hal-hal sebagai berikut:
v Umur : > 40 tahun
v Ras : Kulit hitam > Putih
v Genetic
v Berat badan lahir rendah
v Urban/rural:
v Geografis : Pantai > Pegunungan
v Jenis Kelamin: wanita > laki-laki
v Kegemukan : Gemuk > Kurus
v Stress
v Makanan : tingi garam, tinggi lemak
v Minuman : Minuman yang mengandung alcohol atau sodium
v Kopi : belum terbukti
v Rokok : Perokok (termasuk perokok pasif) > tidak merokok.
v Diabetes mellitus (kencing manis).
v Kontrasepsi hormonal : resiko meninggi dengan lamanya pakai (± 12 tahun berturut-turut).
v Obat-obatan.
APA GEJALA HIPERTENSI?
Sebetulnya keluhan yang ditimbulkan hipertensi tidaklah khas, tiap individu berbeda bahkan ada yang tanpa keluhan. Adapun keluhan yang sering muncul adalah:
v Pusing
v Sakit kepala
v Migren atau sakit kepala sebelah
v Rasa berat/kaku di tengkuk
v
v Berkunang-kunang
v Mudah marah
v Rasa cepat lelah
v Sering berdebar-debar
v Sering kencing
v Mimisan
v Gelisah
v Muka merah
v Keluhan lain sesuai organ yang terkena atau komplikasi yang menimbulkan gejala.
KAPAN DISEBUT HIPERTENSI?
Untuk menjawab hal ini, berikut kami berikan tabel criteria tekanan darah. Hal ini jika dilakukan pengukuran sebanyak 2 kali dengan interval 1-2 minggu.
| Klasifikasi | Sistol | | Diastole | Perub. |
| | <120 | dan | <80 | Pertahankan |
| Pre Hipertensi | 120-139 | atau | 80-89 | + |
| Hipertensi Tk I | 140-159 | atau | 90-99 | ++ |
| Hipertensi Tk II | ³160 | atau | ³100 | +++ |
APA KOMPLIKASI HIPERTENSI?
Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari darah tinggi diantaranya:
v Otak : TIA atau stroke
v Mata : Retinopati (dapat berakibat kebutaan).
v Jantung : Hipertrofi ventrikel kiri (pembesaran jantung).
v Pembuluh darah jantung: gagal jantung
v Ginjal : gagal ginjal kronik.
APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA TERKENA HIPERTENSI?
Yang harus dilakukan apabila mengalami hipertensi adalah mengendalikan tekanan darah untuk mencegah terjadinya komplikasi. Cara pengendalian ini ada dua macam, yaitu dengan obat dan tanpa obat.
v Pengendalian tanpa obat
· Pengendalian factor resiko
Semaksimal mungkin factor resiko yang sudah kami sebutkan terdahulu untuk dikurangi.
· Promosi factor kesehatan dalam rangka pengendalian factor resiko
ü Turunkan berat badan pada obesitas.
ü Pembatsan konsumsi garam dapur (kecuali mendapat obat HCT/furosemid)
ü Hentikan konsumsi alcohol
ü Hentikan merokok
ü Olah raga teratur
ü Pola makan yang sehat
ü Istirahat yang cukup dan hindari stress
ü Pemberian kalium dalam bentuk makanan (sayuran dan buah)
· Diet hipertensi
Bagi penderita atau yang mempunyai riwayat keluarga dengan hipertensi hendaknya hati-hati terhadap makanan yang memicu timbulnya hipertensi, antara lain dengan cara:
ü Semua makanan termasuk buah dan sayur yang diolah dengan menggunakan garam dapur/soda, biscuit, daging asap, ham bacon, dendeng, abon, ikan asin, sayur dalam kaleng, ikan kaleng, kornet, ebi, telur asin, telur pindang, sawi asin, asinan, acar dan lain-lain.
ü Otak, ginjal, lidah, keju, dll.
ü Margarin dan mentega biasa.
ü Bumbu-bumbu; garam dapur, baking powder, soda kue, vetsin, kecap, terasi, magi, tomato kecap, petis, taoco, dll.
v Pengendalian dengan obat
· Hipertensi ringan sampai sedang, dicoba dulu diatasi dengan pengobatan tanpa obat selama 2-4 minggu
· Setelah dicoba tidak ada perubahan baru menggunakan obat. Untuk obat ini coba berkonsultasilah dengan dokter anda. Karena ada aturan-aturan tertentu dan obat-obat tersebut sifatnya individual.
· Apabila dalam pengobatan tidak ada perubahan, konsultasikan kepada dokter untuk dievaluasi pengobatannya. Karena pengobatan hipertensi bersifat individual, sehingga harus dicari obat yang paling sesuai dengan diri anda.
· Sebaiknya pengobatan dimulai dengan dosis terendah, dengan dievaluasi berkala dinaikkan sesuai respon dari penderita terhadap obat tersebut. Lebih tua penderita penggunakan obat harus lebih hati-hati.
· Apabila anda mempunyai penyakit lain selain menderita hipertensi sampaikanlah hal tersebut pada dokter anda. Karena penyakit tersebut dapat mendasari munculnya hipertensi. Juga penting untuk menentukan obat yang perlu diperhatikan karena obat hipertensi ada yang berpengaruh terhadap penyakit tertentu. Misalnya pada asma, maka penderita hipertensi tidak boleh diberikan obat yang termasuk beta blockers.
· Periksakan tekanan darah anda secara berkala, minimal 1 bulan sekali. Ini untuk menghindari komplikasi yang bisa terjadi, Karena seringkali tekanan darah naik tetapi tidak ada keluhan.
